Senin, 07 Desember 2020

Dengar Malak Bersorak

(Angels We Have Heard on High)

Musik : Old French Melody


Himne “Dengar Malak Bersorak” adalah sebuah carol Natal dengan melodi himne “Gloria” yang berasal dari nyanyian tradisional Prancis yang dikenal sebagai Les Anges dans nos campagnes yang terdiri dari delapan bait disertai dialog para gembala dan Maria. Paraphrase Inggris dibuat oleh James Chadwick dalam tahun 1862. Ia adalah seorang Uskup di Hexham dan Newcastle, Inggris. Himne dimasukan dalam suatu buku berjudul “Crown of Jesus” (1862) yang berisikan renungan, doktrin, dan pengajaran tentang iman Kristen. Himne ini dimasukan dalam bagian “Dua Belas Misteri dari Bayi Sakral” (The Twelve Mysteries of the Sacred Infancy) dengan judul kategori “Himne Natal” (Christmas Hymn) yang disederhakan menjadi empat bait dalam bahasa Inggris. Dalam buku himne Metodist yang diterbitkan pada tahun 1966, himne ini diberi judul “Dengar Malak Bersorak” (Angels We Have Heard on High) karena teks tersebut lebih dikenal demikian pada waktu itu.

Himne ini terinspirasi dari kisah kelahiran Kristus dalam narasi Injil Lukas khususnya dalam Lukas 2:8-20. Inti dari himne ini adalah merefleksikan dan menggemakan kembali keindahan dan keagungan nyanyian para malaikat. Bait pertama memaparkan kembali tentang adanya para malaikat yang bernyanyi atas kelahiran Kristus di dunia. Malaikat mewakili keberadaan makhluk surgawi dan keadaan surgawi yang digambarkan terang bercahaya mulia. Bait kedua menyatakan keadaan berlawanan (kontras) dengan keadaan surgawi bahwa dunia adalah dunia yang gelap. Para gembala adalah kelompok orang yang dianggap rendah pada saat itu. Bait ketiga menyatakan Kristus yang mulia rela datang dan hadir di dalam dunia berdosa dengan lahir dan terbaring di palungan yang hina. 

Bagian refrain Gloria in excelsis Deo merupakan terjemahan Latin dari “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi” (Lukas 2:14). Kalimat ini bagian dari nyanyian para malaikat surgawi yang didengarkan oleh para gembala saat itu. Gloria berarti “kemuliaan” dinyanyikan dengan alunan melodi melismatik (satu suku kata dengan banyak melodi) dengan ragam not naik dan turun secara mengalir berurutan (sequential). Dalam sejarah musik, alunan melodi melismatik dapat menggambarkan sukacita. Oleh karena itu dalam hal ini alunan melodi melismatik menyatakan sukacita, keindahan, dan kemuliaan yang melimpah. Alunan melodi melismatik kemudian diikuti melodi dari bawah yang dapat berarti sebagai partisipasi tanggapan dari dunia terhadap nyanyian surgawi.

Himne ini merupakan nyanyian undangan dari umat Kristen kepada orang lain untuk datang dan merayakan kelahiran Kristus bersama-sama. Karena kelahiran Kristus merupakan berita sukacita bagi dunia berdosa. 

Sumber Bacaan:

Osbeck, Kenneth W. 2002. Amazing Grace: 366 Inspiring Hymn Stories for Daily Devotions. Grand Rapids: Kregel Publications.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar