Rabu, 20 Desember 2017

Kesukaan bagi Dunia (Joy to the World)


Teks: Isaac Watts, 1719
Musik: George F. Handel, 1742

Lukas 2:10 
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.

Sukacita adalah kata kunci bagi seluruh masa Adven, khususnya bagi umat Kristen yang menyadari makna spiritualnya - Allah sendiri datang ke dalam dunia dan menyediakan cara agar manusia yang berdosa dapat hidup kekal selamanya. Teks ini pada umumnya dianggap sebagai salah satu himne Natal yang paling sukacita yang ada, bukan dalam arti membuat gembira, tetapi memiliki kesadaran yang dalam dan sungguh-sungguh akan apa arti dari kelahiran Kristus bagi umat manusia.

Himne adven ini adalah salah satu himne karya Isaac Watts yang terdapat dalam himnalnya yang terkenal Psalms of David Imitated in the Language of the New Testament (1719). Isaac Watts sangat ingin memberi Mazmur sebuah arti dan gaya dalam musik ibadah kristen. Hal ini ia lakukan, dalam kumpulan di tahun 1719 tersebut, dengan terlebih dahulu menafsirkan seluruh ayat dari 150 Mazmur. “Joy to the World” adalah parafrase dari ayat-ayat yang diambil dari bagian akhir kedua dari Mazmur 98:4, 7-9 yang berbunyi:

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. 

Mazmur 98 adalah sebuah lagu sukacita mengenai cara-cara Tuhan yang menakjubkan untuk melindungi dan memulihkan umat pilihan-Nya. Mazmur tersebut mengharapkan saat dimana Yehova akan menjadi Tuhan bagi seluruh bumi dan hukum Israel akan diterima oleh segala bangsa. Akan tetapi, Watts telah memberikan bait ini sebuah parafrase yang menyegarkan: pujian tentang keselamatan yang dimulai ketika Tuhan berinkarnasi sebagai seorang bayi di Betlehem untuk mengenyahkan kutuk karena kejatuhan Adam. Isaac Watts awalnya memberi judul teksnya ini “The Messiah’s Coming and Kingdom” - “Kedatangan Mesias dan Kerajaan-Nya.”

Melodinya digubah oleh Lowell Mason yang terinspirasi dari 2 lagu dari oratorio Messiah oleh G. F. Handel: “Comfort Ye” dan “Lift Up Your Heads,” untuk dicocokkan dengan kata-kata karya Watts “Joy to the World.” Tune adaptasi ini dikenal dengan nama “Antioch” dan pertama kali muncul dalam terbitan Lowell Mason, Modern Psalmist, di tahun 1839. Meskipun beberapa tune lain pernah digunakan dengan teks Isaac Watts, “Antioch” terbukti merupakan tune yang paling terkenal dan abadi. Melalui kombinasi talenta dari seorang jenius literatur Inggris di abad ke delapanbelas, seorang kelahiran Jerman, raksasa musik dari periode yang sama, dan seorang Amerika dari abad ke sembilanbelas, pemimpin paduan suara dan pengajar, himne besar lainnya lahir dan sejak saat itu menemukan tempat yang tetap dalam halaman-halaman himnal gereja kita untuk digunakan sepanjang masa Adven ini.

Kamis, 30 November 2017

Demi Nama-Ku

Yesaya 48:9-11  
Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau, sehingga Aku tidak melenyapkan engkau. Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!" 

Yehezkiel 36:22-23  
Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. 

Yesaya adalah salah satu nabi yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesanNya di dalam perjanjian lama. Di dalam kitab ini secara garis besar, Yesaya menyampaikan 3 pesan yaitu peringatan (1-39), pemulihan (40-55) dan pembaharuan (56-66). 

(1) Peringatan dan penghukuman. Yesaya menyampaikan peringatan kepada umatNya atas dosa-dosa yang mereka lakukan akan mendapatkan suatu hukuman dari Allah yang begitu dahsyat. Masa-masa ini adalah dimana Allah menyatakan penghukumanNya atas dosa Israel. Ada banyak cara Allah menyatakan hukumanNya: turun tangan secara langsung dan juga secara tidak langsung. Secara langsung misalnya peristiwa turunnya api dari langit atas sodom dan gomora. Secara tidak langsung yaitu dengan memakai bangsa-bangsa lain untuk menyerang, mengalahkan dan menindas Israel. Misalnya Babilonia. Kita bisa melihat dalam 2 Raja-raja 24:18-25:21 bagaimana kehancuran yang diberikan oleh Tuhan melalui bangsa Babilonia kepada Israel. Cerita tentang penghukuman pasti adalah salah satu cerita yang paling tidak kita sukai. Bahkan ada banyak kita sekalian "anti-hukum" sama sekali. Kita tidak mau mendengar tentang penghukuman. Kenapa? karena hukuman itu menyakitkan, menyedihkan dan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Tidak heran, ada banyak orang tua mungkin tidak menyatakan penghukuman kepada anak-anaknya yang sebenarnya melakukan hal yang salah karena "tidak mau menyakiti hati anaknya". Terlebih lagi, mungkin kita yang sudah satu minggu menjalani hari-hari kita dalam keluarga, pekerjaan dan dimana pun kita berada dengan begitu berat, penuh beban pikiran, hati yang letih dan tenaga yang terkuras, ketika sampai di gereja ternyata yang kita dengar adalah berita tentang penghukuman, maka kita langsung menjadi antipati. Dalam hal ini, saya tidak mengatakan yang sebaliknya bahwa harus ada terus penghukuman. Tapi faktanya dari cerita alkitab tentang apa yang dilakukan Allah di masa lalu terhadap umat-Nya (sekali lagi: umatNya) adalah penghukuman karena dosa mereka. Inilah juga yang menjadi bagian dari cerita hidup kita ketika kita menjadi seorang kristen. Untuk apa Allah menyatakan penghukumanNya? Demi namaNya.

Justru alkitab menyatakan bahwa ketika Allah mengasihi, maka pasti juga diikuti oleh peringatan dan penghukuman kepada yang dikasihiNya kalau yang dikasihiNya tidak lagi dalam kebenaran. Dalam Ibrani 12:5-6 dikatakan: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Dan ini pasti tujuanNya untuk kebaikan kita. Tapi bukan hanya "untuk kebaikan kita" saja. Supaya kita terus berada di jalan yang benar. Atau supaya kita semakin dimurnikan. Tapi lebih lagi dan bahkan terutama, Allah memberikan peringatan dan penghukuman kepada yang dikasihiNya "untuk kemuliaanNya".

(2) Pemulihan. Pesan alkitab tidak berhenti pada peringatan dan penghukuman saja tapi ada pemulihan. Dimana umat yang dikasihi Allah sesudah menerima peringatan dan hukuman akan mengalami pemulihan dari Allah pula. Perjanjian Lama tidak melulu bercerita tentang penghukuman Allah. Namun jelas sekali digambarkan akan kasih Allah. Gerard Bray dalam buku sistematik teologinya terbarunya yang terbit tahun 2012 ini mempunyai suatu pendekatan yang unik. Di dalam outlinenya dipaparkan: Creation-God is Love, Fall-The Rejection of God's Love, Redemption-Penyataan Kasih Allah secara penuh, Consummation-. Ada penghukuman, ada pemulihan. Yes. 48:9-11 merupakan salah satu bagian yang menyatakan pemulihan dari Allah. Orang kristen yang sejati ketika jatuh dalam dosa, pasti akan kembali memasuki proses pemulihan dimana ada suatu dorongan untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan terus-menerus dalam keadaan tertuduh akan dosa-dosanya. Atau terus-menerus jatuh dalam dosa. Demikian Tuhan memberikan pemulihan kepada orang yang dikasihiNya. Dan sekali lagi ini Allah lakukan "untuk kemuliaanNya" saja. 

Dalam pesan penginjilan garis besarnya menyampaikan mengenai dosa manusia dan adanya keselamatan di dalam Kristus. "Ditawarkan" keuntungan yang didapat ketika di dalam Kristus yaitu keselamatan kita yang berdosa. Tidak salah ketika menyatakan bahwa Allah menyelamatkan kita yang berdosa di dalam Kristus. Namun menjadi salah ketika kita melihat bahwa Allah sepertinya sungguh-sungguh membutuhkan kita dan karya keselamatan merupakan untuk kebaikan kita. Memang di satu sisi ada benarnya. Tapi yang terutama karya keselamatan dikerjakan oleh Allah adalah "untuk kemuliaanNya" saja. Allah menyelamatkan kita bukan untuk kita saja tapi terutama adalah untuk kemuliaanNya. Dia memulihkan kita dari segala masalah, tantangan, pergumulan dan kesulitan hidup kita adalah untuk kemuliaanNya. 

Demikian Jonathan Edwards menulis satu artikel berjudul: "End for Which God created the World" (Tujuan Allah Menciptakan Dunia). Dimana Edwards menyatakan, berdasarkan penggalian akan firman Tuhan, bahwa Allah melakukan segala sesuatu adalah demi kemuliaanNya sendiri. Baik peringatan, hukuman, hal-hal yang tidak menyenangkan bahkan pemulihan, kelancaran dan semua yang menyenangkan kita alami terjadi untuk kemuliaan Allah. Allah melakukan semuanya itu, untuk nama-Nya. Dan justru karena Allah melakukan semuanya adalah "Demi Nama-Nya" maka pasti Allah melakukan yang terbaik.

Demikian cerita hidup kristen, tiada lain adalah cerita tentang Allah. Ketika menjadi seorang kristen, ketika itu juga kita harus siap bahwa cerita hidup kita bukan lagi tentang diri kita, keluarga kita, kelompok kita, dunia kita, tapi tentang Allah dan harus hidup untuk Allah saja. Ketika kita digerakan untuk menjadi hamba Tuhan, pelayan Tuhan, kita harus terus ingat bahwa segala yang kita lakukan adalah "Demi Nama-Nya" bukan untuk diri kita bahkan gereja kita saja. Di sini 4 kali ditekankan bahwa Allah mengatakan: "Oleh karena Nama-Ku, Oleh karena Nama-Ku, Ya oleh karena nama-Ku, Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!"