Kehidupan
kita di sini merupakan latihan rohani menuju kehidupan yang akan datang di
dalam Kristus. Salah satu latihan rohani yang penting bagi pertumbuhan iman
kita yaitu ibadah. Marva J. Dawn mengatakan: “My major concern for the Church
has to do with worship, because its character-forming potential is so subtle
and barely noticed, and yet worship creates a great impact on the hearts and
minds and lives of a congregation’s members. Indeed, how we worship both
reveals and forms our identity as persons and community.” – Perhatian khusus saya pada ibadah gereja
karena ibadah memiliki potensi untuk membentuk karakter secara tanpa disadari
dan ibadah sangat dapat mempengaruhi hati, pikiran dan kehidupan umat Kristen.
Bagaimana kita beribadah menyatakan dan membentuk identitas kekristenan kita
secara pribadi dan bersama (Marva J. Dawn. Reaching Out without Dumbing
Down : A Theology of Worship for This Urgent Time, Grand Rapids: Eerdmans, 1995, hal. 4).
Ibadah sangat berperan dalam perubahan hati, pikiran dan sikap seseorang.
Dengan kata lain dampak ibadah bagi diri kita secara pribadi sulit kita hindari
dan masuk tanpa paksaan untuk merubah kita. Dari hal-hal yang sederhana sampai
hal-hal besar dalam ibadah sangat mempengaruhi kita. Misalnya: durasi waktu
beribadah, tempat atau setting ruangan ibadah, pilihan lagu dalam ibadah,
susunan ibadah, siapa yang melayani dalam ibadah, sikap hati dalam ibadah dan lain-lain. Ibadah
yang memberi banyak waktu atau memiliki waktu lebih lama dalam menyampaikan
firman Tuhan (kotbah) secara tidak langsung menekankan bahwa fokus ibadah
tersebut adalah firman Tuhan. Sebaliknya, ibadah yang tidak mementingkan firman
Tuhan dapat terlihat dari sedikitnya waktu yang dipakai untuk menyampaikan
firman Tuhan.
Ibadah
kita di dunia ini haruslah merupakan gambaran akan ibadah surgawi. Karena ibadah
sangat besar pengaruhnya terhadap kita dalam menyikapi kehidupan yang akan
datang. Hal ini dikatakan juga dalam Ibrani
8:5 mengenai ibadah di dunia sebagai gambaran dari ibadah surgawi, “Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan
dari apa yang ada di sorga, … .” Dalam Wahyu
4, Yohanes dinyatakan mengenai gambaran tentang ibadah surgawi. Beberapa
hal diantaranya yaitu:
(1)
Allah
satu-satu yang bertahta (ayat 2-3)
Dalam
ibadah yang bertahta adalah Tuhan Allah saja. Demikian yang digambarkan dalam
Wahyu 4. Semua yang kita kerjakan dalam ibadah adalah untuk Tuhan. Dan
merupakan respon kita di hadapan
tahta Allah. Kita bisa dilayakkan berada di hadapan Allah karena Allah sudah
lebih dahulu menebus kita di dalam Kristus. Ibrani 10:22, “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati
yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah
dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air
yang murni.”
(2)
Kehadiran
Kesucian Allah (ayat 5)
Ada
sebuah lagu sekolah minggu yang kalimatnya demikian: “Dosa tak boleh masuk, Dosa tak boleh masuk. Surga tempat yang tinggi.
Ada Bapa yang Suci. Dosa tak boleh masuk.” Lagu yang sederhana sekali namun
mempunyai pesan yang sangat sesuai dengan apa yang diajarkan firman Tuhan.
Dalam ibadah surgawi, Yohanes menyatakan ada kehadiran kesucian Allah. Demikian
juga ibadah kita di dunia ini. Karena Allah adalah Allah yang suci dan
kesucianNya dinyatakan dalam ibadah.
(3)
Pujian
pada Allah (ayat 8-11)
Nyanyian menjadi bagian ibadah yang memang sudah diajarkan oleh Alkitab.
Nyanyian ada berbagai macam. Yang dimaksud di sini tentu adalah nyanyian pujian
kepada Allah bukan pada manusia. Bayangkan suatu ibadah dimana terdapat banyak
bangsa dan bahasa menyanyi bersama memuji Tuhan Allah. Karena "Anak Domba yang
disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan
kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" (Wahyu 5:12).
Pasti setiap orang Kristen sudah tidak sabar lagi menantikan hari dimana
kita menikmati bersama ibadah sorgawi. Dimana kita akan berada di hadapan Tuhan
Allah Pencipta dan Penebus kita. Memang sekarang waktu itu belum tiba, namun
kita bisa sedikit mencicipi ibadah sorgawi tersebut dalam ibadah yang kita
kerjakan di dunia sekarang ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar