Rabu, 20 Agustus 2014

Ibadah di Dunia dan Ibadah Sorgawi (Wahyu 4:1-11)

Kehidupan kita di sini merupakan latihan rohani menuju kehidupan yang akan datang di dalam Kristus. Salah satu latihan rohani yang penting bagi pertumbuhan iman kita yaitu ibadah. Marva J. Dawn mengatakan: “My major concern for the Church has to do with worship, because its character-forming potential is so subtle and barely noticed, and yet worship creates a great impact on the hearts and minds and lives of a congregation’s members. Indeed, how we worship both reveals and forms our identity as persons and community.” – Perhatian khusus saya pada ibadah gereja karena ibadah memiliki potensi untuk membentuk karakter secara tanpa disadari dan ibadah sangat dapat mempengaruhi hati, pikiran dan kehidupan umat Kristen. Bagaimana kita beribadah menyatakan dan membentuk identitas kekristenan kita secara pribadi dan bersama (Marva J. Dawn. Reaching Out without Dumbing Down : A Theology of Worship for This Urgent Time, Grand Rapids: Eerdmans, 1995, hal. 4). Ibadah sangat berperan dalam perubahan hati, pikiran dan sikap seseorang. Dengan kata lain dampak ibadah bagi diri kita secara pribadi sulit kita hindari dan masuk tanpa paksaan untuk merubah kita. Dari hal-hal yang sederhana sampai hal-hal besar dalam ibadah sangat mempengaruhi kita. Misalnya: durasi waktu beribadah, tempat atau setting ruangan ibadah, pilihan lagu dalam ibadah, susunan ibadah, siapa yang melayani dalam ibadah,  sikap hati dalam ibadah dan lain-lain. Ibadah yang memberi banyak waktu atau memiliki waktu lebih lama dalam menyampaikan firman Tuhan (kotbah) secara tidak langsung menekankan bahwa fokus ibadah tersebut adalah firman Tuhan. Sebaliknya, ibadah yang tidak mementingkan firman Tuhan dapat terlihat dari sedikitnya waktu yang dipakai untuk menyampaikan firman Tuhan.

Ibadah kita di dunia ini haruslah merupakan gambaran akan ibadah surgawi. Karena ibadah sangat besar pengaruhnya terhadap kita dalam menyikapi kehidupan yang akan datang. Hal ini dikatakan juga dalam Ibrani 8:5 mengenai ibadah di dunia sebagai gambaran dari ibadah surgawi, “Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, … .” Dalam Wahyu 4, Yohanes dinyatakan mengenai gambaran tentang ibadah surgawi. Beberapa hal diantaranya yaitu:

(1) Allah satu-satu yang bertahta (ayat 2-3)
Dalam ibadah yang bertahta adalah Tuhan Allah saja. Demikian yang digambarkan dalam Wahyu 4. Semua yang kita kerjakan dalam ibadah adalah untuk Tuhan. Dan merupakan respon kita di hadapan tahta Allah. Kita bisa dilayakkan berada di hadapan Allah karena Allah sudah lebih dahulu menebus kita di dalam Kristus. Ibrani 10:22, “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.”

(2) Kehadiran Kesucian Allah (ayat 5)
Ada sebuah lagu sekolah minggu yang kalimatnya demikian: “Dosa tak boleh masuk, Dosa tak boleh masuk. Surga tempat yang tinggi. Ada Bapa yang Suci. Dosa tak boleh masuk.” Lagu yang sederhana sekali namun mempunyai pesan yang sangat sesuai dengan apa yang diajarkan firman Tuhan. Dalam ibadah surgawi, Yohanes menyatakan ada kehadiran kesucian Allah. Demikian juga ibadah kita di dunia ini. Karena Allah adalah Allah yang suci dan kesucianNya dinyatakan dalam ibadah.

(3) Pujian pada Allah (ayat 8-11)
Nyanyian menjadi bagian ibadah yang memang sudah diajarkan oleh Alkitab. Nyanyian ada berbagai macam. Yang dimaksud di sini tentu adalah nyanyian pujian kepada Allah bukan pada manusia. Bayangkan suatu ibadah dimana terdapat banyak bangsa dan bahasa menyanyi bersama memuji Tuhan Allah. Karena "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" (Wahyu 5:12).

Pasti setiap orang Kristen sudah tidak sabar lagi menantikan hari dimana kita menikmati bersama ibadah sorgawi. Dimana kita akan berada di hadapan Tuhan Allah Pencipta dan Penebus kita. Memang sekarang waktu itu belum tiba, namun kita bisa sedikit mencicipi ibadah sorgawi tersebut dalam ibadah yang kita kerjakan di dunia sekarang ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar